Skip to main content
Pencegahan dan Pemberdayaan MasyarakatBerita Kegiatan

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

Dibaca: 4 Oleh 08 Okt 2019Januari 29th, 2021Tidak ada komentar
BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

bandungbaratkab.bnn.go.id, Bandung Barat- Masih tingginya angka Penyalahgunaan  Narkoba yang dilakukan oleh remaja yang termasuk usia produktif. Rentannya remaja menyalahgunakan Narkotika sebagai Penyalahguna jangka Panjang, karena remaja mempunyai waktu yang lebih Panjang untuk menyalahgunakan Narkoba, sehingga menjadi incaran para pengedar dan Bandar Narkoba. World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi Narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan Narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun. Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 Ibukota Provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar Penyalahgunaan Narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi Milenial.

Dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), maka BNN Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Kegiatan Asistensi Penguatan  Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada tanggal 7- 8 Oktober 2019 bertempat di Hotel Garden Permata, dengan peserta yaitu Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan, Guru BK Sekolah Menengah Pertama Se-Kabupaten Bandung Barat.

Para peserta kegiatan telah mendapatkan Edukasi dan Informasi  tentang Kelembagaan BNN Kabupaten Bandung Barat, Narkoba dan Kesehatan Jiwa, Program Rehabilitasi, Ungkap Kasus dan Penegakkan Hukum, Strategi Pencegahan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan, Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba. Dengan Narasumber yaitu:

  1. Kepala BNN KBB Dra. Sam Norati Martiana,
  2. Zulfitri, SpKj,
  3. Suci Rayan Sari,
  4. Solih rudiana, SH kanit binluh sat res Narkoba,
  5. samsul anwar, P.hD (cand) Kasi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi,
  6. Yohanes Eko Aryanto, S.Si., M.,M.Si Apt Kasi Pencegahan BNNP Jawa Barat, dan
  7. Ferri Irawan, AMKL Kasi P2M BNN Kab Bandung Barat.
  8. Purnama Wijaya, Sos Penyuluh Narkoba BNNK Bandung Barat

Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat Dra. Sam Norati Martiana menyampaikan bahwa untuk mencegah remaja untuk tidak menyalahgunakan Narkoba harus dilakukan dengan pendekatan extra antara orangtua dan guru. Pendekatan extra dimaksudkan disini  adalah selalu untuk berkomunikasi secara intensif kepada anak. Banyak kasus juga yang menimpa remaja yang menyalahgunakan Narkoba karena faktor penerimaan teman, dimana seringkali seseorang tidak akan dterima dalam sebuah kelompok karena tidak menggunakan Narkoba. Untuk itu harus selalu diingatkan dan diedukasi kepada anak didiknya atau anaknya untuk bisa selektif dalam memilih teman, dimana ia harus bisa menilai temannya apakah termasuk penyalahguna Narkoba atau tidak. Dalam kegiatan Asistensi ini dilakukan Screaning terhadap peserta melalui Tes Urine guna syarat menjadi Relawan Anti Narkoba.

Untuk kasus penyalahgunaan Narkoba yang sering dilakukan oleh remaja di KBB, sebagian besar menyalahgunakan Jenis Psikotropika dimana ini bukan ranah BNN, karena amanat dari Undang-Undang, untuk BNN hanya bisa menangani kasus Narkotika, tetapi kita (BNN) selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menangani kasus-kasus diluar Narkotika. Adapun kasus penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan para remaja sebagian besar menyalahgunakan Tramadol dan Heximer.

Untuk kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, dimana yang diasistensi ini lingkup Sekolah Menengah Pertama. Dimana sekolah sekolah yang diasistensi ini minimal dapat menjalankan kebijakan yang pro kepada kebijakan anti Narkoba dengan ruang lingkup Pencegahan meliputi Sosialisasi langsung maupun menggunakan media cetak, media online, atau media media lainnya yang dimiliki oleh pihak sekolah. Untuk lingkup pemberdayaan masyarakat meliputi pembentukan satgas/penggiat anti Narkoba, Tes Urine. Sedangkan untuk Rehabilitasi, pihak sekolah bisa melaporkan anak didiknya yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba. Sedangkan untuk ranah pemberantasan adalah ranah penegak hukum, tetapi pihak sekolah bisa mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan melaksanakan Razia barang bawaan siswa sekaligus membuat siswa memiliki kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Semoga dengan kegiatan asistensi ini dapat meningkatkan peran serta institusi Pendidikan dalam meminimalisir penyalahgunaan Narkoba dan mempersempit jaringan peredaran gelap Narkoba.

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

Giat Tes Urine

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

Giat Tes Urine

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

Foto Bersama

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel