Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Selasa, 7 Januari 2020

Pelaksanaan Tes Urine Deteksi Narkoba Kepada Aparatur desa di tiga Desa, Kecamatan Cisarua dan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat (BNNKBB)bandungbaratkab.bnn.go.id-  Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat (BNNKBB) telah melaksanakan sosialisasi dirangkai tes urine deteksi narkoba kepada seluruh aparatur desa di Kantor Desa Cipada, Desa Pasir Langu, dan desa Cimanggu . Kegiatan tersebut sudah dilakukan Selasa (07/01/2020) , dimana BNNKBB  telah Melaksanakan Tes urine deteksi narkoba untuk Aparatur Di Setiap Kantor Desa Kecamatan Cisarua Dan Ngamprah.Tujuan Kegiatan Sebagai  upaya pencegahan Penyalahgunaan Peredaran gelap narkoba di lingkungan pemerintah. mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di kabupatun Bandung Barat. Menjadikan aparatur desa sebagai Pelopor Anti Narkoba yang dapat Membuktikan diri bersih dari penyalahgunaan narkoba."Iya betul, kita sudah lakukan tes urine  deteksi Narkoba dibeberapa kantor Desa di Daerah Bandung barat Kecamatan Cisarua dan ngamprah yaitu Desa Cipada,Desa Pasir Langu, dan Desa Cimanggu, untuk Aparatur di Kecamatan Cisarua dan ngamprah," ujar Penyuluh Narkoba  BNNKBB Purnama Wijaya S.sos. Selasa, (07/01/2020).Penyuluh Narkoba BNNKBB Purnama Wijaya S.sos menyatakan, Bahawa pihak BNNKBB  telah melakukan  tes urine di Setiap Kantor desa yg ada di kecamatan Cisarua dan ngamprah, Yaitu Kantor desa Cipada, Desa pasir langu, desa Cimangu, Kecamatan Cisarua karena untuk kegiatan Implementasi ."Hasilnya alhamdulillah tidak ada satupun aparatur desa yg terindikasi narkoba semuanya negatif bebas dari narkoba" ungkapnya. Penyuluh Narkoba BNNKBB Purnama Wijaya S.sos ,  menambahkan, kegiatan tersebut akan menyasar seluruh Kades dan Aparatur Desa  di daerah Lainnya.[caption id="attachment_564" align="aligncenter" width="300"] Kantor Desa Cipada kecamatan cisarua kabupaten bandung barat[/caption][caption id="attachment_565" align="aligncenter" width="300"] Kantor Desa cimanggu kecamatan cisarua kabupaten bandung barat[/caption][caption id="attachment_566" align="aligncenter" width="300"] Kantor Desa Pasir Langgu kecamatan cisarua kabupaten bandung barat[/caption]Penulis: Agun Gunawan Editor: Agun Gunawan



Jumat, 18 Oktober 2019

SINERGITAS BNN KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN PUSDIKPOM CIMAHI WUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA BERSIH NARKOBA

bandungbaratkab.bnn.go.id, Ngamprah - Sebanyak 105 prajurit, guru militer, dosen, para Pembina dan PNS Pusat Pendidikan Polisi Militer Cimahi dinyatakan bersih dari narkotika melalui pemeriksaan urine yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Bandung Barat dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan  Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bertempat di PUSDIKPOM TNI Cimahi, Selasa (16/10/2019)Danpusdikpom Kolonel Cpm Sain Musta'in, S.H.menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan P4GN merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan terprogram setiap tahunnya sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal TNI khususnya Polisi Militer. Melalui kegiatan tersebut TNI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Apabila terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika maka cuma 1 hukumannya. silahkan bapak/ibu keluar dari rumah TNI.Kepala BNN Kab. Bandung Barat Dra. Sam Norati Martiana sebelum kegiatan Tes Urine dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika berawal dari  coba coba dan biasanya ditawari gratis. Ada juga seseorang menyalahgunakan narkotika karena ada  persepsi apabila mereka menyalahgunakan narkotika maka gengsi mereka menjadi naik kelas.. Untuk diketahui juga bahwa Indonesia  bukan tempat lalunlintas narkotika tapi sudah pusat wisata narkotika. [caption id="attachment_492" align="alignleft" width="317"] Sosialisasi oleh Kepala BNNK Bandung Barat[/caption][caption id="attachment_494" align="alignleft" width="320"] Giat Test Urine[/caption][caption id="attachment_493" align="alignleft" width="329"] Giat Test Urine[/caption]



Selasa, 8 Oktober 2019

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

bandungbaratkab.bnn.go.id, Bandung Barat- Masih tingginya angka Penyalahgunaan  Narkoba yang dilakukan oleh remaja yang termasuk usia produktif. Rentannya remaja menyalahgunakan Narkotika sebagai Penyalahguna jangka Panjang, karena remaja mempunyai waktu yang lebih Panjang untuk menyalahgunakan Narkoba, sehingga menjadi incaran para pengedar dan Bandar Narkoba. World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi Narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan Narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun. Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 Ibukota Provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar Penyalahgunaan Narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi Milenial.Dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), maka BNN Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Kegiatan Asistensi Penguatan  Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada tanggal 7- 8 Oktober 2019 bertempat di Hotel Garden Permata, dengan peserta yaitu Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan, Guru BK Sekolah Menengah Pertama Se-Kabupaten Bandung Barat.Para peserta kegiatan telah mendapatkan Edukasi dan Informasi  tentang Kelembagaan BNN Kabupaten Bandung Barat, Narkoba dan Kesehatan Jiwa, Program Rehabilitasi, Ungkap Kasus dan Penegakkan Hukum, Strategi Pencegahan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan, Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba. Dengan Narasumber yaitu:

  1. Kepala BNN KBB Dra. Sam Norati Martiana,
  2. Zulfitri, SpKj,
  3. Suci Rayan Sari,
  4. Solih rudiana, SH kanit binluh sat res Narkoba,
  5. samsul anwar, P.hD (cand) Kasi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi,
  6. Yohanes Eko Aryanto, S.Si., M.,M.Si Apt Kasi Pencegahan BNNP Jawa Barat, dan
  7. Ferri Irawan, AMKL Kasi P2M BNN Kab Bandung Barat.
  8. Purnama Wijaya, Sos Penyuluh Narkoba BNNK Bandung Barat
Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat Dra. Sam Norati Martiana menyampaikan bahwa untuk mencegah remaja untuk tidak menyalahgunakan Narkoba harus dilakukan dengan pendekatan extra antara orangtua dan guru. Pendekatan extra dimaksudkan disini  adalah selalu untuk berkomunikasi secara intensif kepada anak. Banyak kasus juga yang menimpa remaja yang menyalahgunakan Narkoba karena faktor penerimaan teman, dimana seringkali seseorang tidak akan dterima dalam sebuah kelompok karena tidak menggunakan Narkoba. Untuk itu harus selalu diingatkan dan diedukasi kepada anak didiknya atau anaknya untuk bisa selektif dalam memilih teman, dimana ia harus bisa menilai temannya apakah termasuk penyalahguna Narkoba atau tidak. Dalam kegiatan Asistensi ini dilakukan Screaning terhadap peserta melalui Tes Urine guna syarat menjadi Relawan Anti Narkoba.Untuk kasus penyalahgunaan Narkoba yang sering dilakukan oleh remaja di KBB, sebagian besar menyalahgunakan Jenis Psikotropika dimana ini bukan ranah BNN, karena amanat dari Undang-Undang, untuk BNN hanya bisa menangani kasus Narkotika, tetapi kita (BNN) selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menangani kasus-kasus diluar Narkotika. Adapun kasus penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan para remaja sebagian besar menyalahgunakan Tramadol dan Heximer.Untuk kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, dimana yang diasistensi ini lingkup Sekolah Menengah Pertama. Dimana sekolah sekolah yang diasistensi ini minimal dapat menjalankan kebijakan yang pro kepada kebijakan anti Narkoba dengan ruang lingkup Pencegahan meliputi Sosialisasi langsung maupun menggunakan media cetak, media online, atau media media lainnya yang dimiliki oleh pihak sekolah. Untuk lingkup pemberdayaan masyarakat meliputi pembentukan satgas/penggiat anti Narkoba, Tes Urine. Sedangkan untuk Rehabilitasi, pihak sekolah bisa melaporkan anak didiknya yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba. Sedangkan untuk ranah pemberantasan adalah ranah penegak hukum, tetapi pihak sekolah bisa mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan melaksanakan Razia barang bawaan siswa sekaligus membuat siswa memiliki kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Semoga dengan kegiatan asistensi ini dapat meningkatkan peran serta institusi Pendidikan dalam meminimalisir penyalahgunaan Narkoba dan mempersempit jaringan peredaran gelap Narkoba.[caption id="attachment_461" align="alignnone" width="300"] Giat Tes Urine[/caption][caption id="attachment_460" align="alignnone" width="300"] Giat Tes Urine[/caption][caption id="attachment_459" align="alignnone" width="300"] Foto Bersama[/caption] 


Selasa, 17 September 2019

Sinergitas BNN KBB dan KODIM 0609/Kab Bandung wujudkan lingkungan bersih Narkoba

bandungbaratkab.bnn.go.id, Bandung Barat - Sebagai tindak lanjut dari Inpres nomor 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika ( P4GN) Tahun 2018-2019. maka KODIM 0609/Kab.Bandung bekerjasama dengan BNN Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Sosialisasi Informasi P4GN dirangkai Tes Urine Deteksi Narkoba di Lingkungan KODIM 0609/Kab.Bandung bertempat di MAKODIM 0609/Kab.Bandung pada tanggal 17 september 2019Kegiatan dibuka dengan sambutan Kasdim 0609/Kab.Bandung Mayor Inf Nazwir, beliau menyampaikan untuk para anggota kodim sudah tidak asing lagi melaksanakan P4GN. dan  tes urine deteksi narkoba wajib dilaksanakan . jangan sampai ada anggota KODIM 0609 yang terlibat Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. kita perlu sehat, karena kalau sudah menyalahgunakan narkoba akan lama pulihnya dan bisa menyebabkan kematian. Sosialisasi Informasi P4GN (Pencegahan & Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkoba) disampaikan oleh Ferri Irawan, SKM. Menyampaikan bahwa Narkotika itu ada yang diperuntukan untuk keperluan medis. sedangkan yang dilarang adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di desa.Kita perlu sinergitas terutama dengan Babinsa yang wilayah kerjanya berada di desa guna mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) (Humasbnnkbb)[caption id="attachment_453" align="alignleft" width="240"] Sosialisasi P4GN oleh Ferri Irawan, SKM[/caption][caption id="attachment_454" align="alignleft" width="238"] Kegiatan Test Urine KODIM 0609[/caption]


Selasa, 8 Oktober 2019

BNN KBB TERUS GENCARKAN ASISTENSI PENGUATAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN ANTI NARKOBA BAGI KEPALA SEKOLAH SMP SE-KABUPATEN BANDUNG BARAT

bandungbaratkab.bnn.go.id, Bandung Barat- Masih tingginya angka Penyalahgunaan  Narkoba yang dilakukan oleh remaja yang termasuk usia produktif. Rentannya remaja menyalahgunakan Narkotika sebagai Penyalahguna jangka Panjang, karena remaja mempunyai waktu yang lebih Panjang untuk menyalahgunakan Narkoba, sehingga menjadi incaran para pengedar dan Bandar Narkoba. World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi Narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan Narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun. Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 Ibukota Provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar Penyalahgunaan Narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi Milenial.Dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), maka BNN Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Kegiatan Asistensi Penguatan  Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan pada tanggal 7- 8 Oktober 2019 bertempat di Hotel Garden Permata, dengan peserta yaitu Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan, Guru BK Sekolah Menengah Pertama Se-Kabupaten Bandung Barat.Para peserta kegiatan telah mendapatkan Edukasi dan Informasi  tentang Kelembagaan BNN Kabupaten Bandung Barat, Narkoba dan Kesehatan Jiwa, Program Rehabilitasi, Ungkap Kasus dan Penegakkan Hukum, Strategi Pencegahan dalam P4GN di Lingkungan Pendidikan, Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba. Dengan Narasumber yaitu:

  1. Kepala BNN KBB Dra. Sam Norati Martiana,
  2. Zulfitri, SpKj,
  3. Suci Rayan Sari,
  4. Solih rudiana, SH kanit binluh sat res Narkoba,
  5. samsul anwar, P.hD (cand) Kasi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi,
  6. Yohanes Eko Aryanto, S.Si., M.,M.Si Apt Kasi Pencegahan BNNP Jawa Barat, dan
  7. Ferri Irawan, AMKL Kasi P2M BNN Kab Bandung Barat.
  8. Purnama Wijaya, Sos Penyuluh Narkoba BNNK Bandung Barat
Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat Dra. Sam Norati Martiana menyampaikan bahwa untuk mencegah remaja untuk tidak menyalahgunakan Narkoba harus dilakukan dengan pendekatan extra antara orangtua dan guru. Pendekatan extra dimaksudkan disini  adalah selalu untuk berkomunikasi secara intensif kepada anak. Banyak kasus juga yang menimpa remaja yang menyalahgunakan Narkoba karena faktor penerimaan teman, dimana seringkali seseorang tidak akan dterima dalam sebuah kelompok karena tidak menggunakan Narkoba. Untuk itu harus selalu diingatkan dan diedukasi kepada anak didiknya atau anaknya untuk bisa selektif dalam memilih teman, dimana ia harus bisa menilai temannya apakah termasuk penyalahguna Narkoba atau tidak. Dalam kegiatan Asistensi ini dilakukan Screaning terhadap peserta melalui Tes Urine guna syarat menjadi Relawan Anti Narkoba.Untuk kasus penyalahgunaan Narkoba yang sering dilakukan oleh remaja di KBB, sebagian besar menyalahgunakan Jenis Psikotropika dimana ini bukan ranah BNN, karena amanat dari Undang-Undang, untuk BNN hanya bisa menangani kasus Narkotika, tetapi kita (BNN) selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menangani kasus-kasus diluar Narkotika. Adapun kasus penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan para remaja sebagian besar menyalahgunakan Tramadol dan Heximer.Untuk kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan, dimana yang diasistensi ini lingkup Sekolah Menengah Pertama. Dimana sekolah sekolah yang diasistensi ini minimal dapat menjalankan kebijakan yang pro kepada kebijakan anti Narkoba dengan ruang lingkup Pencegahan meliputi Sosialisasi langsung maupun menggunakan media cetak, media online, atau media media lainnya yang dimiliki oleh pihak sekolah. Untuk lingkup pemberdayaan masyarakat meliputi pembentukan satgas/penggiat anti Narkoba, Tes Urine. Sedangkan untuk Rehabilitasi, pihak sekolah bisa melaporkan anak didiknya yang terindikasi penyalahgunaan Narkoba. Sedangkan untuk ranah pemberantasan adalah ranah penegak hukum, tetapi pihak sekolah bisa mengantisipasi adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dengan melaksanakan Razia barang bawaan siswa sekaligus membuat siswa memiliki kewaspadaan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Semoga dengan kegiatan asistensi ini dapat meningkatkan peran serta institusi Pendidikan dalam meminimalisir penyalahgunaan Narkoba dan mempersempit jaringan peredaran gelap Narkoba.[caption id="attachment_461" align="alignnone" width="300"] Giat Tes Urine[/caption][caption id="attachment_460" align="alignnone" width="300"] Giat Tes Urine[/caption][caption id="attachment_459" align="alignnone" width="300"] Foto Bersama[/caption] 


Jumat, 18 Oktober 2019

SINERGITAS BNN KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN PUSDIKPOM CIMAHI WUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA BERSIH NARKOBA

bandungbaratkab.bnn.go.id, Ngamprah - Sebanyak 105 prajurit, guru militer, dosen, para Pembina dan PNS Pusat Pendidikan Polisi Militer Cimahi dinyatakan bersih dari narkotika melalui pemeriksaan urine yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Bandung Barat dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan  Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bertempat di PUSDIKPOM TNI Cimahi, Selasa (16/10/2019)Danpusdikpom Kolonel Cpm Sain Musta'in, S.H.menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan P4GN merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan terprogram setiap tahunnya sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal TNI khususnya Polisi Militer. Melalui kegiatan tersebut TNI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Apabila terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika maka cuma 1 hukumannya. silahkan bapak/ibu keluar dari rumah TNI.Kepala BNN Kab. Bandung Barat Dra. Sam Norati Martiana sebelum kegiatan Tes Urine dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika berawal dari  coba coba dan biasanya ditawari gratis. Ada juga seseorang menyalahgunakan narkotika karena ada  persepsi apabila mereka menyalahgunakan narkotika maka gengsi mereka menjadi naik kelas.. Untuk diketahui juga bahwa Indonesia  bukan tempat lalunlintas narkotika tapi sudah pusat wisata narkotika. [caption id="attachment_492" align="alignleft" width="317"] Sosialisasi oleh Kepala BNNK Bandung Barat[/caption][caption id="attachment_494" align="alignleft" width="320"] Giat Test Urine[/caption][caption id="attachment_493" align="alignleft" width="329"] Giat Test Urine[/caption]




Rabu, 15 Januari 2020

BAHAYA DAN DAMPAK NEGATIF NARKOBA BAGI KEHIDUPAN

http://bandungbaratkab.bnn.go.id  -  NARKOBA yaitu singkatan dari Narkotika,Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang di masukkan dalam tubuh manusia,baik secara lisan atau di minum,dihirup,atau di suntikan pikiran atau perasaan hati dan juga orang lain . Narkoba dapat menimbulkan kesulitan (adiksi) fisik dan psikologis .Mengingat banyak nya kasus narkoba di kalangan masyarakat terutama di kalangan para remaja yang dimana dalam masa serba ingin tahu, dan ingin melakukan hal-hal yang belum pernah di lakukannya. Kebanyakan yang terjerat karena pergaulan yang terlalu bebas yang awalnya hanya coba-coba menjadi pecandu. Miris. Melihat remaja yang harusnya menikmati masa pertumbuhan nya malah harus merasakan kejam nya Narkoba yang perlahan lahan merusak kesehatan organ tubuhnya.Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Dampak Fisik:

  1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
  6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
  7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
  2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
  1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.


Rabu, 15 Januari 2020

BAHAYA DAN DAMPAK NEGATIF NARKOBA BAGI KEHIDUPAN

http://bandungbaratkab.bnn.go.id  -  NARKOBA yaitu singkatan dari Narkotika,Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang di masukkan dalam tubuh manusia,baik secara lisan atau di minum,dihirup,atau di suntikan pikiran atau perasaan hati dan juga orang lain . Narkoba dapat menimbulkan kesulitan (adiksi) fisik dan psikologis .Mengingat banyak nya kasus narkoba di kalangan masyarakat terutama di kalangan para remaja yang dimana dalam masa serba ingin tahu, dan ingin melakukan hal-hal yang belum pernah di lakukannya. Kebanyakan yang terjerat karena pergaulan yang terlalu bebas yang awalnya hanya coba-coba menjadi pecandu. Miris. Melihat remaja yang harusnya menikmati masa pertumbuhan nya malah harus merasakan kejam nya Narkoba yang perlahan lahan merusak kesehatan organ tubuhnya.Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Dampak Fisik:

  1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
  4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
  6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
  7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
Dampak Psikis:
  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
  2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
  3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
  1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
  3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

208

Total Kasus Narkoba

298

Total Tersangka Kasus Narkoba

430

Total Pasien Penyalahgunaan

1,441

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

1,850,207

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait